Kemiskinan di Indonesia
Antara pertengahan tahun 1960-an sampai tahun 1996, waktu Indonesia berada dibawah kepemimpinan Pemerintahan Orde Baru Suharto, tingkat kemiskinan di Indonesia menurun drastis - baik di desa maupun di kota - karena pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat dan adanya program-program penanggulangan kemiskinan yang efisien. Selama pemerintahan Suharto angka penduduk Indonesia yang tinggal di bawah garis kemiskinan menurun drastis, dari awalnya sekitar setengah dari jumlah keseluruhan populasi penduduk Indonesia, sampai hanya sekitar 11 persen saja. Namun, ketika pada tahun 1990-an Krisis Finansial Asia terjadi, tingkat kemiskinan melejit tinggi, dari 11 persen menjadi 19.9 persen di akhir tahun 1998, yang berarti prestasi yang sudah diraih Orde Baru hancur seketika.
Tabel berikut ini memperlihatkan angka kemiskinan di Indonesia, baik relatif maupun absolut:
Statistik Kemiskinan dan Ketidaksetaraan di Indonesia:
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kemiskinan Relatif
(% dari populasi) 17.8 16.6 15.4 14.2 13.3 12.5 11.7 11.5 11.0
Kemiskinan Absolut
(dalam jutaan) 39 37 35 33 31 30 29 29 28
Koefisien Gini/
Rasio Gini
- 0.35 0.35 0.37 0.38 0.41 0.41 0.41 -
Sumber: Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS)
Tabel di atas menunjukkan penurunan kemiskinan nasional secara perlahan. Namun, pemerintah Indonesia menggunakan persyaratan dan kondisi yang tidak ketat mengenai definisi garis kemiskinan, sehingga yang tampak adalah gambaran yang lebih positif dari kenyataannya. Tahun 2014 pemerintah Indonesia mendefinisikan garis kemiskinan dengan perdapatan per bulannya (per kapita) sebanyak Rp. 312,328. Jumlah tersebut adalah setara dengan USD $25 yang dengan demikian berarti standar hidup yang sangat rendah, juga buat pengertian orang Indonesia sendiri. Namun jika kita menggunakan nilai garis kemiskinan yang digunakan Bank Dunia, yang mengklasifikasikan persentase penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari USD $1.25 per hari sebagai mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, maka persentase tabel di atas akan kelihatan tidak akurat karena nilainya seperti dinaikkan beberapa persen. Lebih lanjut lagi, menurut Bank Dunia, angka penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari USD $2 per hari mencapai angka 50.6 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2009. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia hidup hampir di bawah garis kemiskinan. Laporan lebih anyar lagi di media di Indonesia menyatakan bahwa sekitar seperempat jumlah penduduk Indonesia (sekitar 60 juta jiwa) hidup sedikit di atas garis kemiskinan.
Dalam beberapa tahun belakangan ini angka kemiskinan di Indonesia memperlihatkan penurunan yang signifikan. Meskipun demikian, diperkirakan penurunan ini akan melambat di masa depan. Mereka yang dalam beberapa tahun terakhir ini mampu keluar dari kemiskinan adalah mereka yang hidup di ujung garis kemiskinan yang berarti tidak diperlukan sokongan yang kuat untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan. Namun sejalan dengan berkurangnya kelompok tersebut, kelompok yang berada di bagian paling bawah garis kemiskinanlah yang sekarang harus dibantu untuk bangkit. Ini lebih rumit dan akan menghasilkan angka penurunan tingkat kemiskinan yang berjalan lebih lamban dari sebelumnya.
Kemiskinan di Indonesia dan Distribusi Geografis
Salah satu karakteristik kemiskinan di Indonesia adalah perbedaan yang begitu besar antara nilai kemiskinan relatif dan nilai kemiskinan absolut dalam hubungan dengan lokasi geografis. Jika dalam pengertian absolut lebih dari setengah jumlah total penduduk Indonesia yang hidup miskin berada di pulau Jawa (yang berlokasi di bagian barat Indonesia dengan populasi padat), dalam pengertian relatif propinsi-propinsi di Indonesia Timur menunjukkan nilai kemiskinan yang lebih tinggi. Tabel di bawah ini menunjukkan lima propinsi di Indonesia dengan angka kemiskinan relatif yang paling tinggi. Semua propinsi ini berlokasi di luar wilayah Indonesia Barat seperti Jawa, Sumatra dan Bali, yang adalah wilayah-wilayah yang lebih berkembang.
Propinsi dengan Angka Kemiskinan Relatif Tinggi¹
Papua 27.8%
Papua Barat
26.3%
Nusa Tenggara Timur
19.6%
Maluku 18.4%
Gorontalo 17.4%
¹ persentase berdasarkan total penduduk per propinsi bulan September 2014
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Tingkat kemiskinan di propinsi-propinsi di Indonesia Timur ini, di mana sebagian besar penduduknya adalah petani, kebanyakan ditemukan di wilayah pedesaan. Di daerah tersebut masyarakat adat sudah lama hidup di pinggir proses dan program pembangunan. Migrasi ke daerah perkotaan adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan pekerjaan dan - dengan demikian - menghindari kemiskinan.
Bertentangan dengan angka kemiskinan relatif di Indonesia Timur, tabel di bawah ini menunjukkan angka kemiskinan absolut di Indonesia yang berkonsentrasi di pulau Jawa dan Sumatra.
Propinsi dengan Angka Kemiskinan Absolut Tinggi¹
Jawa Timur
4.7
Jawa Tengah
4.6
Jawa Barat
4.2
Sumatra Utara
1.4
Lampung 1.1
¹ dalam jumlah jutaan pada bulan September 2014
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Stabilitas harga makanan (khususnya beras) adalah masalah penting bagi Indonesia sebagai negara yang penduduknya menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk membeli beras. Oleh karena itu, tekanan inflasi harga beras (misalnya karena gagal panen) dapat memiliki konsekuensi serius bagi mereka yang miskin atau hampir miskin dan secara signifikan menaikkan persentase angka kemiskinan di negara ini.
Kemiskinan di Indonesia: Kota dan Desa
Indonesia telah mengalami proses urbanisai yang cepat dan pesat. Sejak pertengahan 1990-an jumlah absolut penduduk pedesaan di Indonesia mulai menurun dan saat ini lebih dari setengah total penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan (20 tahun yang lalu sekitar sepertiga populasi Indonesia tinggal di kota).
Kecuali beberapa propinsi, wilayah pedesaan di Indonesia relatifnya lebih miskin dibanding wilayah perkotaan. Angka kemiskinan pedesaan Indonesia (persentase penduduk pedesaan yang hidup di bawah garis kemiskinan desa tingkat nasional) turun hingga sekitar 20 persen di pertengahan 1990-an tetapi melonjak tinggi ketika Krisis Finansial Asia (Krismon) terjadi antara tahun 1997 dan 1998, yang mengakibatkan nilainya naik mencapai 26 persen. Setelah tahun 2006, terjadi penurunan angka kemiskinan di pedesaan yang cukup signifikan seperti apa yang ditunjukkan tabel dibawah ini:
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kemiskinan Pedesaan
(% penduduk yg hidup di bawah garis kemiskinan desa) 20.0 21.8 20.4 18.9 17.4 16.6 15.7 14.3 14.4 13.8
Sumber: Bank Duna dan Badan Pusat Statistik (BPS)
Angka kemiskinan kota adalah persentase penduduk perkotaan yang tinggal di bawah garis kemiskinan kota tingkat nasional. Tabel di bawah ini, yang memperlihatkan tingkat kemiskinan perkotaan di Indonesia, menunjukkan pola yang sama dengan tingkat kemiskinan desa: semakin berkurang mulai dari tahun 2006.
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
2012 2013 2014
Kemiskinan Kota
(% penduduk yg tinggal di
bawah garis kemiskinan kota) 11.7 13.5 12.5 11.6 10.7 9.9 9.2 8.4 8.5 8.2
Sumber: Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS)
Dalam dua tabel di atas, terlihat bahwa pada tahun 2005 dan 2006 terjadi peningkatan angka kemiskinan. Ini terjadi terutama karena adanya pemotongan subsidi BBM yang dilakukan oleh pemerintahan presiden SBY diakhir tahun 2005. Harga minyak yang secara internasional naik membuat pemerintah terpaksa mengurangi subsidi BBM guna meringankan defisit anggaran pemerintah. Konsekuensinya adalah inflasi dua digit antara 14 sampai 19 persen (yoy) terjadi sampai oktober 2006.
Ketidaksetaraan di Indonesia yang semakin Meluas?
Koefisien GINI, yang mengukur ketimpangan distribusi pendapatan, menunjukkan tren penurunan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah koefisien 0 menunjukkan kesetaraan yang sempurna, sedangkan koefisien 1 menunjukkan ketimpangan sempurna. Namun, kita masih dapat mempertanyakan metodologi koefisien GINI ini karena ia membagi penduduk dalam lima kelompok, masing-masing berisi 20 persen dari populasi: dari 20 persen terkaya sampai ke 20 persen termiskin. Selanjutnya, koefisien ini mengukur kesetaraan (dan ketimpangan) antara kelompok-kelompok tersebut. Ketika menggunakan koefisien ini untuk Indonesia masalah yang timbul adalah negara ini memiliki karakter ketidakseimbangan ekstrim dalam setiap kelompoknya, sehingga membuat hasil koefisien GINI kurang selaras dengan kenyataan. Terlebih lagi media di Indonesia sering melaporkan bahwa kesenjangan antara miskin dan kaya di Indonesia sebenarnya justru semakin meluas.
Senin, 04 Mei 2015
Minggu, 05 April 2015
Perekonomian Indonesia
A.SISTEM
EKONOMI LIBERAL
Sistem
ekonomi liberal adalah sistem ekonomi di mana kegiatan produksi, konsumsi, dan
distribusi dilakukan oleh pihak swasta. Pada sistem ekonomi pasar, pemerintah
hanya mengawasi dan melakukan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan
penyelenggaraan negara. Sistem ekonomi pasar sesuai dengan ajaran yang
dikemukakan oleh Adam Smith. Dalam bukunya Adam Smith menganjurkan agar
kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Masyarakat menentukan jenis
kegiatan apa yang akan dilakukan untuk mencapai kemakmuran. Jika setiap
individu makmur, maka negarapun akan makmur. Dalam ekonomi pasar pihak swasta
menguasai alat-alat produksi, akibatnya pemilikan tidak terbatas. Setiap
individu berusaha meningkatkan keterampilan dan kemampuannya untuk menguasai
sector ekonomi, sehingga timbullah persaingan untuk maju.
Pada sistem
ekonomi para pemerintah bertugas membuat peraturan dan mengawasi
pelaksanaannya. Kegiatan ekonomi pemerintah hanya berhubungan dengan
penyelenggaraan negara saja. Sistem ekonomi pasar juga disebut ekonomi
pertukaran bebas (free exchange economy)
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar (liberal)
1. Setiap
individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi.
2. Kegiatan
ekonomi di semua bidang dilakukan oleh masyarakat (swasta)
3. Pemerintah
tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
4. Modal
memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
5. Setiap
orang diberi kebebasan dalam hal pemakaian barang dan jasa.
6. Kegiatan
produksi dilakukan dengan tujuan mencari laba, bahkan semua kegiatan
ekonomi didorong oleh prinsip bola.
7. Terjadinya
persaingan bebas antara pengusaha.
Kebaikan sistem ekonomi pasar (liberal)
a. Adanya
persaingan mendorong masing-masing individu berusaha untuk maju dan bertindak
secara efisien.
b. Masing-masing
ornag bebas untuk memilih pekerjaan yang ia sukai sesuai dengan bakatnya.
c. Produksi
didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
d. Adanya
persaingan bebas, produsen cenderung untuk meningkatkan kualitas hasil
produksi.
e.
Kemungkinan pendapatan dapat ditingkatkan melalui usaha memaksimalkan
keuntungan.
f. Pengembangan
usaha yang dilakukan produsen dalam memaksimalkan keuntungan memungkinkan dapat
menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Kelemahan
sistem ekonomi pasar (liberal)
a) Persaingan
menyebabkan yang kuat semakin kuat yang lemah semakin lemah.
b) Persaingan
dapat menimbulkan monopoli.
c) Pemerataan
pendapatan semakin sulit dicapai di dalam sistem ekonomi pasar.
d) Memungkinkan
dapat menimbulkan sifat-sifat mementingkan diri sendiri.
e) Terdorong
hasrat untuk mendapatkan untuk besar sering kali produsen mengabaikan
syarat-syarat perubahan. dan Pemanfaatan sumber alam sering kali tidak
menghiraukan lingkungan.
Negara yang menganut system ekonomi liberal:
a)
Amerika
Negara-negara
yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika
Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba,
Kolombia,
Ekuador,
Honduras,
Kanada,
Meksiko,
Nikaragua,
Panama,
Paraguay,
Peru, Uruguay,
dan Venezuela.
Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas,
Republik
Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Riko,
dan Suriname.
b)
Amerika Serikat
Paham liberal di Amerika Serikat (AS) disebut liberalisme modern atau
liberalisme baru. Sekarang para politis di AS mengakui, bahwa paham liberalisme
klasik ada kaitannya dengan kebebasan individu yang bersifat luas. Tetapi
mereka menolak ekonomi
yang bersifat laissez faire atau liberalisme klasik yang menuju ke
pemerintahan interventionism yang berupa penyatuan persamaan sosial dan ekonomi.
Umumnya, hal tersebut disepakati pada dekade pertama abad ke-20 yang tujuannya
menuju keberhasilan suatu hegemoni para politis dalam negeri.Tapi, kesuksesan
tersebut mulai merosot dan menghilang pada sekitar tahun1970-an. Pada saat itu
konsensus liberal telah dihadapkan suatu death-blow atau yang berupa
robohnya pemerintahan Bretton Woods System yang dikarenakan kemenangan Ronald Reagan
dalam pemilihan presiden
tahun 1980, yang menjadikan liberalisme suatu arus kuat dalam politik
AS pada tahun tersebut.
Liberalisme AS mulai bangkit pada awal abad ke-20 sebagai suatu
alternatif ke politik nyata yang merupakan interaksi internasional yang dominan pada waktu itu.
Presiden Franklin Roosevelt
yang pada saat itu adalah seorang yang berpaham liberal self-proclaimed,
menawarkan bangsa itu menuju ke suatu kesuksesan baru dengan cara membangun
institusi kolaboratif yang berpendukungan orang-orang Amerika sendiri dan
berjanji akan menarik AS keluar dari tekanan yang besar tersebut. Untuk
mengantisipasi akhir Perang Dunia II,
Roosevelt merancang Perserikatan
Bangsa-bangsa (PBB) sebagai suatu alat berupa harapan akan kerja
sama timbal balik daripada membuat ancaman dan penggunaan kekuatan perang untuk memecahkan permasalahan politis
internasional tersebut. Roosevelt juga menggunakan badan tersebut (PBB) untuk
memasukan orang-orang Afrika yang tinggal di
Amerika ke dalam militer AS serta membuat badan pendukungan
hak dan kebenaran para wanita-wanita, sebagai penekanan atas kebebasan individu
yang selanjutnya dilanjutkan oleh Presiden John
F Kennedy dengan pembangunan Patung Liberty (1964) sebagai simbol
kebebasan individu untuk hidup.
Sebenarnya, liberalisme yang dianut oleh AS, sebagaimana yang ditekankan
oleh Wilson dan Roosevelt adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi
timbal balik dan usaha individu, bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan
sebagai untuk pemecahan permasalahan politis baik di dalam maupun luar,
sepertinya dianut oleh Presiden AS saat ini, George W Bush. Suatu paham liberal di AS
itu mungkin seperti institusi dan prosedur politis yang mendorong kebebasan
ekonomi, perlindungan yang lemah dari agresi oleh yang kuat, dan kebebasan dari
norma-norma sosial bersifat membatasi. Karena sejak Perang Dunia II,
liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme modern, pengganti paham
ideologi liberalisme klasik.
c)
Eropa
Sebagai aksi dan reaksi penentangan komunisme, Eropa membuat suatu paham
yang berterminologi politis (termasuk "sosialisme" dan "
demokrasi sosial"). Tapi, mereka tidak bisa memilih AS dengan pahamnya
tersebut, dikarenakan pada saat itu Eropa belum begitu mengenal liberalisme
yang dianut oleh AS. Tapi beberapa tahun kemudian barulah Eropa menyadari bahwa
liberalisme yang dianut oleh AS. Hal itu mendorong Eropa ke suatu kebebasan
individu tersendiri yang akhirnya memperbaiki keadaan ekonomi mereka
tersendiri. Liberalisme di Eropa mempunyai suatu tradisi yang kuat. Di
negara-negara Eropa, kaum liberal cenderung menyebut diri mereka sendiri
sebagai kaum liberal, atau sebagai radical centrists yang democratic.
Negara-negara penganut paham liberal yakni diantaranya adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia,
Serbia Montenegro,
Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara penganut paham
liberal lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina,
Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino.
d)
Asia
Negara-negara
yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah, India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan,
Filipina,
Taiwan,
Thailand
dan Turki.
Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain
adalah Myanmar,
Kamboja,
Hong Kong,
Malaysia
dan Singapura.
e)
Kepulanan Oceania
Negara
yang menganut paham liberal di kepulauan Oceania adalah Australia
dan Selandia Baru.
f)
Afrika
Sistem
ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme
hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal
dan Afrika
Selatan. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme sudah dipahami oleh
negara Aljazair,
Angola,
Benin,
Burkina Faso,
Mantol Verde, Côte D'Ivoire, Equatorial
Guinea, Gambia,
Ghana,
Kenya,
Malawi,
Maroko,
Mozambik,
Seychelles,
Tanzania,
Tunisia,
Zambia
Zimbabwe.dan
Republik
Kongo
B. SISTEM EKONOMI SOSIALIS (KOMANDO/TERPUSAT)
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem
ekonomi dimana ekonomi diatrur oleh negara. Dalam sistem ini jalannya
perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat.
Sistem ini mendasarkan dairi pada pandangan Karl Mark dalam bukunya yang
berjudul Das Capital.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando.
1. Semua alat dan sumber daya
dikuasai oleh pemerintah.
2. Hak milik perorangan tidak diakui.
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian.
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
2. Hak milik perorangan tidak diakui.
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian.
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
Kebijakan Sistem Ekonomi
Komando
1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran, dan masalah ekonomi lainnya.
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.
4. Relatif mudah melaksanakan distribusi pendapatan.
5. jarang terjadi krisis ekonomi.
c. Kelemahan
Sistem Ekonomi Komando.
1. Mematikan
inisiatif individu untuk maju.
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.
Contoh
negara yang menganut sistem perekonomian Sosialis : Dianut oleh Negara komunis
( Cina, Korea Utara, dan Rusia).
C. SISTEM
EKONOMI CAMPURAN
Sistem
ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta
(masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri-ciri
sistem ekonomi campuran:
1.
Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
2.
Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3.
Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
4.
Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan
ekonomi.
5.
Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak
bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Kebaikan
sistem ekonomi campuran:
1.
Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan
masyarakat.
2.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung
menguntungkan semua pihak.
3.
Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.
4.
Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat
perburuhan.
5.
Penetapan harga lebih terkendali.
6.
Hak perorangan secara nyata diakui.
Kelemahan
sistem ekonomi campuran:
1.
Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.
2.
Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga
swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
3.
Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih
tinggi daripada pegawai di swasta
Negara yang
manganut sistem ekonomi campuran adalah bekas Negara non-blok, dan mayoritas
berada di Asia dan Afrika yaitu Indonesia, Mesir, dan Malaysia
Menurut saya, sistem ekonomi yang paling efektif
adalah sistem ekonomi campuran. Karena sistem ekonomi campuran menganuut
keduanya. Selain itu, terjadi kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam
mengembangkan perekonomiannya. Sehingga menjadi lebih mudah untuk dikendalikan
misalnya dalam penetapan pajak atas suatu penjualan dan menjadikan harga lebih
terkendali.
Senin, 12 Januari 2015
Pandangan Lain Tentang Teknologi
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur
penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan rahmat, dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Pandangan
lain tentang teknologi”.
Terima kasih
penulis ucapkan kepada bapak MUHAMMAD
AKRAM, S.IP., MPS. selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah membimbing dan terus
mendukung penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah tersebut.
Dan tak lupa pula penulis ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu
penulisan karya ilmiah secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan selesainya karya ilmiah ini, penulis mengharapkan akan dapat
memberikan pengetahuan kepada para pembaca.
Penulis sadar bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu,
sudilah kiranya pembaca memberikan masukan dan saran sehingga karya tulis ini
dapat lebih baik kedepannya.
Akhir kata penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan
wawasan dan pengetahuan bagi siapa saja yang memerlukannya dimasa yang akan
datang.
Jakarta, Januari 2015
Penulis
BAB
1
PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang
Merasa sangat mudahkah untuk mencari informasi dan
berita melalui internet? Atau merasa gampangkah untuk menghubungi seseorang
yang berbeda lokasinya dengan kita? Nah, kita semua pasti telah merasakan
begitu canggih nya kemajuan teknologi pada zaman ini. Keseluruhan kemajuannya
membawa dampak yang sangat baik pula bagi kemajuan kehidupan masyarakat.
Berikut, akan diuraikan perjalanan berkembangnya budaya teknologi hingga sampai
saat ini.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan (sains). Setiap inovasi diciptakan untuk
memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan,
serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang
teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi yang telah dihasilkan.
Pada
dasarnya teknologi yang ada saat ini ada karena suatu budaya yang telah ada
sejak lama. Dasar-dasar ilmu yang ada untuk menciptakan teknologi itu pun di
dapat dari penelitian suatu ilmiah yang terkandung dari suatu budaya. Maka
karena itulah budaya dan teknologi saling ketergantungan.
Teknologi
dan kebudayaan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Teknologi juga
merupakan salah satu komponen dari kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara
atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan
perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan
masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi
hasil-hasil kesenian dan alat kebudayaan lainnya.
Masyarakat yang tinggal dikota-kota besar pada saat ini banyak menggunakan teknologi yang sangat canggih dengan nominal harga yang cukup tinggi. Beda halnya dengan masyarakat di pedesaan, mereka hanya mengenal sedikitnya delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik),
Masyarakat yang tinggal dikota-kota besar pada saat ini banyak menggunakan teknologi yang sangat canggih dengan nominal harga yang cukup tinggi. Beda halnya dengan masyarakat di pedesaan, mereka hanya mengenal sedikitnya delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik),
Dan
tidak hanya banyak dampak positif yang kita tujukkan kepada teknologi sekarang
ini,bahkan ada banyak kenegatifan yang dapat kita ketemui jika kita benar –
benar menelusuri bagaimana perkembangan teknologi hingga sekarang ini.
Contoh kegunaan teknologi pada fungsi
kebudayaan adalah hasil karya manusia melahirkan teknologi atau kebudayaan
kebendaan. Teknologi sedikitnya memiliki dua jenis kegunaan,yakni melindungi
masyarakat dari ancaman lingkungannya dan memberikan kemungkinan kepada
masyarakat untuk memanfaatkan alam.coba kita perhatikan masyarakat kita! Untuk
menghadapi ancaman kedinginan dan kehujanan,manusia menciptakan
rumah,payungmantel,dan sebagainya. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhannya
akan bahan makanan,manusia menciptakan teknologi pertanian seperti
irigasi,pupuk,traktor pembibitan dan pencangkokan.
BAB 2
PEMBAHASAN
1.1
Pengertian Teknologi dalam
kehidupan manusia
Manusia
adalah makhluk yang mempunyai sifat sosial. Sehingga dengan begitu manusia akan
membutuhkan interaksi dengan satu individu dengan individu lainnya. Selain itu,
manusia juga mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir. Oleh karena itu, dari
kedua aspek tersebut, digabungkan menjadi satu dan menjadilah sebuah “Teknologi
komunikasi.”
Bagi
manusia teknologi adalah sumber harapan atau bisa disebut “Human Savior” karena
manusia sampai sekarang ini hanya mengandalkan teknologi yang ada tanpa harus
berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan suatu yang diharap kan.dan teknologi
pun dijadikan manusia berbidang-bidang,dari bidang pertanian hingga bidang
pendidikan.
Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Kebudayaan ada yang
berbentuk materi dan non materi. Setiap negara memiliki kebudayaan yang
beraneka ragam beserta ciri khasnya. Kebudayaan suatu bangsa juga dapat
mencerminkan perilaku dan kebiasaan dari warga Negara tersebut. Namun pada
zaman sekarang ini nilai-nilai kebudayaan seakan semakin menghilang, hal ini
terlihat dari banyaknya perilaku-perilaku yang sudah jauh bertentangan dari
nilai-nilai kebudayaan tersebut. Keadaan seperti itu mengharuskan kita untuk
lebih menghargai kebudayaan dan membentengi diri dengan memperkuat dimensi dari
kebudayaan bangsa.
1.2
Perkembangan Teknologi dari
Masa ke Masa
Teknologi pada zaman dahulu sangat lah kuno
,berbeda dengan sekarang yang sangat canggih.karena adanya kemajuan dan
perkembangan teknologi secara perlahan – lahan bahwasanya teknologi bisa
menjadi penolong manusia dalam hal sekecil apapun.contohnya,pada zaman dahulu
terkenal sekali sengan terima – kirim surat hanya untuk berkomunikasi dengan
sesama individu,dan sekarang mulai lah muncul telpon,internet,handphone dll.
Tetapi, seiring berjalannya waktu pada bulan juli tahun 1978 di poona,india,dilangsungkansebuah pertemuan
oleh world order models project.setelah konferensi selesai dikeluarkan sebuah
pernyataan keras terhadap sains
teknologi.bagi kita yangdi indonesia selama ini menganggap sains dan
teknologi akan merupakan juru selamat dalam perkembangan teknologi bangsa
kita,baik juga merenungkan isi pernyataan tersebut.antara lain kesimpulan
konferensi itu mengatakan,bahwa sains modern dan teknologi telah “ngaco”
kini.jika dahulu sains dan teknologi
membebaskan manusia dari pekerjaan yang memeras tenaganya,maka kini
teknologi telah berkembang menjadi alat ukur dunia yang tidak adil,yang
melakukan pemerasan dan penindasan.jauh sekali dari tujuannya semua “penyelamat manusia” dan teknologi telah tersesat dan kini menjurus ke arah
penghancuran umat manusia sendiri.konfersnnsi itu mengutuk penyesatan sains dan
teknologi oleh minoritas dunia yang kaya untuk memppertahankan kekuasaan dan
penguasaan dan teknologi secara demikian
telah menimbulkan demikian banyak manusia tidak bersalah terus hidup dalam
kemelaratan kenistaan.maka dari konferensi tersebut timbullah pandangan lain
terhadap teknologi bagi mmanusia.
Sebagian
terbesar para ahli masa depan menulis mengenai perkembangan teknologi dan
sains yang akan mengubah tata carakehidupan manusia di masa deepan.terdapat
empat perkembangan teknologi baru yang bbiasanya mereka sebut : revolusi dalam teknologi dan
informasi/pengetahuan komputer,robotika,dan
bioteknologi.
1.3
Dampak Negatif Teknologi
1. Pola Hidup
Konsumtif. Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan
masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi
barang dengan banyak pilihan yang ada.
2. Sikap
Individualistik. Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat
mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang
mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
3. Gaya Hidup
Kebarat-baratan. Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di
Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak
lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
4. Kesenjangan
Sosial Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu
yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam
jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini
menimbulkan kesenjangan sosial.
5. penyebab
utama sikap malas karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi. bersikap
serba instan karena teknologi menyuguhkan hal yang serba instan,otomatis
berpengaruh dengan jiwa konsumeris kita dan menganggap teknologi adalah
kebutuhan primer yang berpengaruh pada lifestily.
6. dengan
adanya media internet , sebagian besar warga indonesia terkena demam facebook ,
dan bebas nya setiap orang mengakses situs-situs berbau pornografi dan tidak
terkecuali juga anak kecil ikut melihat apa yang seharusnya tidak boleh
dilihat.
1.4 Antisipasi Pandangan lain
Terhadap Teknologi
Agar penggunaan teknologi lebih
optimal dan di jalankan dengan baik dan benar, berikut ada beberapa metode pemecahan
masalah agar dampak negatif dari teknolodi dapat tertanggulangi:
Ø Mempertimbangkan
pemakaian teknologi,seperti teknologi informasi dalam pendidikan, khususnya
untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang
melakukan pembelajaran dengan teknologi informasi. Analisis untung ruginya
pemakaian.
Ø Tidak
menjadikan teknologi sebagai media atau
sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload
e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke
digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
Ø Pihak-pihak
pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika
dalam ber-teknologi agar teknologi yang di pakai dapat dipergunakan secara
optimal tanpa menghilangkan etika.
Ø Perlu ada
kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna lanyanan TIK.
Ø Menggunakan
software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja
program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci
segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
Ø Letakkan
komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan
di dalam kamar anak.
Ø Untuk
mencegah kecanduan orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu
bermain komputer. Sehingga pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah
dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
Ø Pemerintah
sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring
apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia
di dunia maya. Selebihnya, Kementrian juga bisa menyebarkan filter berupa
program software untuk menekan dampak buruk teknologi informasi. Kedua, perlu
adanya dukungan dari orangtua, tokoh budaya hingga kalangan agamawan, untuk
mensosialisasikan tentang saran, manfaat dan sisi positif facebook.
Jadi, solusinya adalah kita jangan
sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita
berbuat demikian, maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini
yang didapat dari kecanggihan teknologi seperti internet. Kita harus
mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan
baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa
jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan dengan teknologi.
BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Teknologi saat ini sangat berkembang dengan pesat, hal
itu memunculkan banyak dampak positif maupun negatif bagi para manusia
penikmatnya yang tidak pernah ketinggalan informasi terhadapnya.tetapi banyak
juga pandangan lain terhadap teknologi,tergantung sisi pemakaian teknologi
tersebut. Sebenarnya jika semua manusia memanfaatkan teknologi itu secara baik,
maka teknologi tersebut akan berbuah atau berdampak baik juga. Walau
kenyataannya tidak semua fikiran tiap individu manusia sama yaitu mengolah
segala sesuatu yang diterimanya dengan baik dan benar yang nantinya
mengahasilkan sesuatu yang positif. Terlepas dari dampak negatif dan dampak
positif dari teknologi komunikasi yang semakin modern, sebaiknya mulai dari
diri sendiri terlebih dahulu untuk berfikir sebelum melakukan suatu hal agar
semua yang dilakukan menggunakan teknologi apapun itu dapat bermanfaat baik
bagi semua orang. Selain itu,salahsatu teknologi,yaitu teknologi komunikasi
yang digunakan dalam media massa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia
atau menurut E.M Griffin (2003 : 344) disebut bahwa “nothing
remains untouched by communication technology”. Jika dalam perspektif McLuhan,
bukan isi yang penting dari suatu media, melainkan media itu sendiri yang lebih
penting atau “medium is the message”. Kesimpulannya adalah gunakanlah teknologi
baik dan benar demi terciptanya pengetahuan baru yang lebih baik lagi yang
dimiliki manusia di masa yang akan datang.
Dari dampak positif dan negative yang muncul dari perkembangan teknologi
komunikasi tersebut hendaknya manusia pada umumnya dan masyarakat Indonesia
pada khususnya dapat memilah-milah teknologi . Tidak semua teknologi baik untuk digunakan. Memang di setiap
kisi-kisi kehidupan terdapat dua hal yang saling berseberangan. Ibarat dua sisi
mata uang, akibat dari suatu perkembangan hidup dapat menyebabkan kebaikan dan
keburukan. Oleh karena itu dibutuhkan kecerdasan rohani – di samping kecerdasan
jasmani – sehingga kemajuan yang dicapai oleh umat manusia dapat diseleraskan
dan diarahkan kepada kepentingan bersama dan lebih diutamakan untuk hasil yang
positif.
Dan perlu kita ketahui bahwa Teknologi
dan kebudayaan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Teknologi juga
merupakan salah satu komponen dari kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara
atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan
perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan
masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam
memproduksi hasil-hasil kesenian dan alat kebudayaan lainnya.dan teknologi juga
menjadi suatu komponen dari suatu kebudayaan.
3.2 SARAN
Teknologi memiliki dua dampak
sekaligus. Teknologi ibarat pisau bermata dua. Pertama, Teknologi menawarkan
akses berbagai jenis benda yang canggih tanpa batas yang amat besar manfaatnya
bagi perkembangan manusia. Pasalnya Teknologi
menawarkan berbagai benda canggih dan terbaru agar bisa dipakai. Dengan
kehadiran Teknologi didunia ini semua menjadi tak bersekat dan tanpa batas.
Kedua,pandangan lain terhaadap
Teknologi berupa pembodohan manusia yang
selalu mengandalkan segalanya dengan tekknologi tanpa harus berusaha dari Nol
dandalamteknologi informasi kemungkinan
hancurnya jati diri bangsa akibat agresi informasi tanpa henti. Agresi
informasi tersebut berdampak pada penggerusan budaya bangsa.
Saat ini kita harus melakukan
sesuatu, agar manfaat Teknologi di konsumsi alakadarnya atau meminimalisir dan
tidak secara berlebihan agar manusia mengenali lagi dengan kata “BERUSAHA”.
Menolak Teknologi merupakan langkah mundur yang tidak mungkin dilakukan. Yang
harus dipikirkan bersama bagaimana dampak negatif yang ditimbulkan bisa terus
dieleminir, sehingga kekuatiran yang muncul akan tergerusnya budaya bangsa
dapat diatasi.
DAFTAR PUSTAKA
Mochtar Lubis.Budaya,Masyarakat dan Manusia
Indonesia
Kun Maryati,Sosiologi : -jilid2
Langganan:
Postingan (Atom)