Minggu, 05 April 2015

Perekonomian Indonesia

A.SISTEM EKONOMI LIBERAL
Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi di mana kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi dilakukan oleh pihak swasta. Pada sistem ekonomi pasar, pemerintah hanya mengawasi dan melakukan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan penyelenggaraan negara. Sistem ekonomi pasar sesuai dengan ajaran yang dikemukakan oleh Adam Smith. Dalam bukunya Adam Smith menganjurkan agar kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Masyarakat menentukan jenis kegiatan apa yang akan dilakukan untuk mencapai kemakmuran. Jika setiap individu makmur, maka negarapun akan makmur. Dalam ekonomi pasar pihak swasta menguasai alat-alat produksi, akibatnya pemilikan tidak terbatas. Setiap individu berusaha meningkatkan keterampilan dan kemampuannya untuk menguasai sector ekonomi, sehingga timbullah persaingan untuk maju.
Pada sistem ekonomi para pemerintah bertugas membuat peraturan dan mengawasi pelaksanaannya. Kegiatan ekonomi pemerintah hanya berhubungan dengan penyelenggaraan negara saja. Sistem ekonomi pasar juga disebut ekonomi pertukaran bebas (free exchange economy)

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar (liberal)
1. Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi.
2. Kegiatan ekonomi di semua bidang dilakukan oleh masyarakat (swasta)
3. Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
4. Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
5. Setiap orang diberi kebebasan dalam hal pemakaian barang dan jasa.
6. Kegiatan produksi dilakukan dengan tujuan mencari laba, bahkan semua kegiatan ekonomi  didorong oleh prinsip bola.
7. Terjadinya persaingan bebas antara pengusaha.

Kebaikan sistem ekonomi pasar (liberal)
a.  Adanya persaingan mendorong masing-masing individu berusaha untuk maju dan bertindak secara efisien.
b.  Masing-masing ornag bebas untuk memilih pekerjaan yang ia sukai sesuai dengan bakatnya.
c.  Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
d. Adanya persaingan bebas, produsen cenderung untuk meningkatkan kualitas hasil produksi.
e. Kemungkinan pendapatan dapat ditingkatkan melalui usaha memaksimalkan keuntungan.
f. Pengembangan usaha yang dilakukan produsen dalam memaksimalkan keuntungan memungkinkan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Kelemahan sistem ekonomi pasar (liberal)
a) Persaingan menyebabkan yang kuat semakin kuat yang lemah semakin lemah.
b) Persaingan dapat menimbulkan monopoli.
c) Pemerataan pendapatan semakin sulit dicapai di dalam sistem ekonomi pasar.
d) Memungkinkan dapat menimbulkan sifat-sifat mementingkan diri sendiri.
e) Terdorong hasrat untuk mendapatkan untuk besar sering kali produsen mengabaikan syarat-syarat perubahan. dan Pemanfaatan sumber alam sering kali tidak menghiraukan lingkungan.
Negara yang menganut system ekonomi liberal:
a)      Amerika
Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Riko, dan Suriname.
b)     Amerika Serikat
Paham liberal di Amerika Serikat (AS) disebut liberalisme modern atau liberalisme baru. Sekarang para politis di AS mengakui, bahwa paham liberalisme klasik ada kaitannya dengan kebebasan individu yang bersifat luas. Tetapi mereka menolak ekonomi yang bersifat laissez faire atau liberalisme klasik yang menuju ke pemerintahan interventionism yang berupa penyatuan persamaan sosial dan ekonomi. Umumnya, hal tersebut disepakati pada dekade pertama abad ke-20 yang tujuannya menuju keberhasilan suatu hegemoni para politis dalam negeri.Tapi, kesuksesan tersebut mulai merosot dan menghilang pada sekitar tahun1970-an. Pada saat itu konsensus liberal telah dihadapkan suatu death-blow atau yang berupa robohnya pemerintahan Bretton Woods System yang dikarenakan kemenangan Ronald Reagan dalam pemilihan presiden tahun 1980, yang menjadikan liberalisme suatu arus kuat dalam politik AS pada tahun tersebut.
Liberalisme AS mulai bangkit pada awal abad ke-20 sebagai suatu alternatif ke politik nyata yang merupakan interaksi internasional yang dominan pada waktu itu. Presiden Franklin Roosevelt yang pada saat itu adalah seorang yang berpaham liberal self-proclaimed, menawarkan bangsa itu menuju ke suatu kesuksesan baru dengan cara membangun institusi kolaboratif yang berpendukungan orang-orang Amerika sendiri dan berjanji akan menarik AS keluar dari tekanan yang besar tersebut. Untuk mengantisipasi akhir Perang Dunia II, Roosevelt merancang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai suatu alat berupa harapan akan kerja sama timbal balik daripada membuat ancaman dan penggunaan kekuatan perang untuk memecahkan permasalahan politis internasional tersebut. Roosevelt juga menggunakan badan tersebut (PBB) untuk memasukan orang-orang Afrika yang tinggal di Amerika ke dalam militer AS serta membuat badan pendukungan hak dan kebenaran para wanita-wanita, sebagai penekanan atas kebebasan individu yang selanjutnya dilanjutkan oleh Presiden John F Kennedy dengan pembangunan Patung Liberty (1964) sebagai simbol kebebasan individu untuk hidup.
Sebenarnya, liberalisme yang dianut oleh AS, sebagaimana yang ditekankan oleh Wilson dan Roosevelt adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha individu, bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan sebagai untuk pemecahan permasalahan politis baik di dalam maupun luar, sepertinya dianut oleh Presiden AS saat ini, George W Bush. Suatu paham liberal di AS itu mungkin seperti institusi dan prosedur politis yang mendorong kebebasan ekonomi, perlindungan yang lemah dari agresi oleh yang kuat, dan kebebasan dari norma-norma sosial bersifat membatasi. Karena sejak Perang Dunia II, liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme modern, pengganti paham ideologi liberalisme klasik.
c)      Eropa
Sebagai aksi dan reaksi penentangan komunisme, Eropa membuat suatu paham yang berterminologi politis (termasuk "sosialisme" dan " demokrasi sosial"). Tapi, mereka tidak bisa memilih AS dengan pahamnya tersebut, dikarenakan pada saat itu Eropa belum begitu mengenal liberalisme yang dianut oleh AS. Tapi beberapa tahun kemudian barulah Eropa menyadari bahwa liberalisme yang dianut oleh AS. Hal itu mendorong Eropa ke suatu kebebasan individu tersendiri yang akhirnya memperbaiki keadaan ekonomi mereka tersendiri. Liberalisme di Eropa mempunyai suatu tradisi yang kuat. Di negara-negara Eropa, kaum liberal cenderung menyebut diri mereka sendiri sebagai kaum liberal, atau sebagai radical centrists yang democratic.
d)     Asia
Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah, India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.
e)      Kepulanan Oceania
Negara yang menganut paham liberal di kepulauan Oceania adalah Australia dan Selandia Baru.
f)       Afrika
Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika Selatan. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme sudah dipahami oleh negara Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde, Côte D'Ivoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles, Tanzania, Tunisia, Zambia Zimbabwe.dan Republik Kongo
B. SISTEM EKONOMI SOSIALIS (KOMANDO/TERPUSAT)
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi dimana ekonomi diatrur oleh negara. Dalam sistem ini jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Sistem ini mendasarkan dairi pada pandangan Karl Mark dalam bukunya yang berjudul Das Capital.


Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando.


1. Semua alat dan sumber daya dikuasai oleh pemerintah.
2. Hak milik perorangan tidak diakui.
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian.
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.


Kebijakan Sistem Ekonomi Komando

1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran, dan masalah ekonomi lainnya.
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.
4. Relatif mudah melaksanakan distribusi pendapatan.
5. jarang terjadi krisis ekonomi.


c. Kelemahan Sistem Ekonomi Komando.


1. Mematikan inisiatif individu untuk maju.
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.
Contoh negara yang menganut sistem perekonomian Sosialis : Dianut oleh Negara komunis ( Cina, Korea Utara, dan Rusia).
C. SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:
1.     Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
2.     Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3.     Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
4.     Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
5.     Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Kebaikan sistem ekonomi campuran:
1.     Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
2.     Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung menguntungkan semua pihak.
3.     Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.
4.     Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat perburuhan.
5.     Penetapan harga lebih terkendali.
6.     Hak perorangan secara nyata  diakui.
Kelemahan sistem ekonomi campuran:
1.     Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.
2.     Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
3.     Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi daripada pegawai di swasta
Negara yang manganut sistem ekonomi campuran adalah bekas Negara non-blok, dan mayoritas berada di Asia dan Afrika yaitu Indonesia, Mesir, dan Malaysia
Menurut saya, sistem ekonomi yang paling efektif adalah sistem ekonomi campuran. Karena sistem ekonomi campuran menganuut keduanya. Selain itu, terjadi kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan perekonomiannya. Sehingga menjadi lebih mudah untuk dikendalikan misalnya dalam penetapan pajak atas suatu penjualan dan menjadikan harga lebih terkendali.

Senin, 12 Januari 2015

Pandangan Lain Tentang Teknologi



KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT,  karena dengan rahmat, dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Pandangan lain tentang teknologi”. 
Terima kasih penulis ucapkan kepada bapak MUHAMMAD AKRAM, S.IP., MPS. selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah membimbing dan terus mendukung penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah tersebut. 
Dan tak lupa pula penulis ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu penulisan karya ilmiah secara langsung maupun tidak langsung. 
Dengan selesainya karya ilmiah ini, penulis mengharapkan akan dapat memberikan pengetahuan kepada para pembaca. 
Penulis sadar bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, sudilah kiranya pembaca memberikan masukan dan saran sehingga karya tulis ini dapat lebih baik kedepannya. 
Akhir kata penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi siapa saja yang memerlukannya dimasa yang akan datang.

Jakarta, Januari 2015
Penulis


           











BAB  1
PENDAHULUAN
1.2     Latar Belakang
Merasa sangat mudahkah untuk mencari informasi dan berita melalui internet? Atau merasa gampangkah untuk menghubungi seseorang yang berbeda lokasinya dengan kita? Nah, kita semua pasti telah merasakan begitu canggih nya kemajuan teknologi pada zaman ini. Keseluruhan kemajuannya membawa dampak yang sangat baik pula bagi kemajuan kehidupan masyarakat. Berikut, akan diuraikan perjalanan berkembangnya budaya teknologi hingga sampai saat ini.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan (sains). Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan.
Pada dasarnya teknologi yang ada saat ini ada karena suatu budaya yang telah ada sejak lama. Dasar-dasar ilmu yang ada untuk menciptakan teknologi itu pun di dapat dari penelitian suatu ilmiah yang terkandung dari suatu budaya. Maka karena itulah budaya dan teknologi saling ketergantungan.
Teknologi dan kebudayaan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Teknologi juga merupakan salah satu komponen dari kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian dan alat kebudayaan lainnya.
            Masyarakat yang tinggal dikota-kota besar pada saat ini banyak menggunakan teknologi yang sangat canggih dengan nominal harga yang cukup tinggi. Beda halnya dengan masyarakat di pedesaan, mereka hanya mengenal sedikitnya delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik),
Dan tidak hanya banyak dampak positif yang kita tujukkan kepada teknologi sekarang ini,bahkan ada banyak kenegatifan yang dapat kita ketemui jika kita benar – benar menelusuri bagaimana perkembangan teknologi hingga sekarang ini.
            Contoh kegunaan teknologi pada fungsi kebudayaan adalah hasil karya manusia melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan. Teknologi sedikitnya memiliki dua jenis kegunaan,yakni melindungi masyarakat dari ancaman lingkungannya dan memberikan kemungkinan kepada masyarakat untuk memanfaatkan alam.coba kita perhatikan masyarakat kita! Untuk menghadapi ancaman kedinginan dan kehujanan,manusia menciptakan rumah,payungmantel,dan sebagainya. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhannya akan bahan makanan,manusia menciptakan teknologi pertanian seperti irigasi,pupuk,traktor pembibitan dan pencangkokan.






BAB  2
PEMBAHASAN

1.1      Pengertian Teknologi dalam kehidupan manusia
Manusia adalah makhluk yang mempunyai sifat sosial. Sehingga dengan begitu manusia akan membutuhkan interaksi dengan satu individu dengan individu lainnya. Selain itu, manusia juga mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir. Oleh karena itu, dari kedua aspek tersebut, digabungkan menjadi satu dan menjadilah sebuah “Teknologi komunikasi.”
Bagi manusia teknologi adalah sumber harapan atau bisa disebut “Human Savior” karena manusia sampai sekarang ini hanya mengandalkan teknologi yang ada tanpa harus berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan suatu yang diharap kan.dan teknologi pun dijadikan manusia berbidang-bidang,dari bidang pertanian hingga bidang pendidikan.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Kebudayaan ada yang berbentuk materi dan non materi. Setiap negara memiliki kebudayaan yang beraneka ragam beserta ciri khasnya. Kebudayaan suatu bangsa juga dapat mencerminkan perilaku dan kebiasaan dari warga Negara tersebut. Namun pada zaman sekarang ini nilai-nilai kebudayaan seakan semakin menghilang, hal ini terlihat dari banyaknya perilaku-perilaku yang sudah jauh bertentangan dari nilai-nilai kebudayaan tersebut. Keadaan seperti itu mengharuskan kita untuk lebih menghargai kebudayaan dan membentengi diri dengan memperkuat dimensi dari kebudayaan bangsa.
1.2     Perkembangan Teknologi dari Masa ke Masa
Teknologi pada zaman dahulu sangat lah kuno ,berbeda dengan sekarang yang sangat canggih.karena adanya kemajuan dan perkembangan teknologi secara perlahan – lahan bahwasanya teknologi bisa menjadi penolong manusia dalam hal sekecil apapun.contohnya,pada zaman dahulu terkenal sekali sengan terima – kirim surat hanya untuk berkomunikasi dengan sesama individu,dan sekarang mulai lah muncul telpon,internet,handphone dll.
Tetapi, seiring berjalannya waktu pada bulan juli tahun 1978 di poona,india,dilangsungkansebuah pertemuan oleh world order models project.setelah konferensi selesai dikeluarkan sebuah pernyataan keras terhadap sains  teknologi.bagi kita yangdi indonesia selama ini menganggap sains dan teknologi akan merupakan juru selamat dalam perkembangan teknologi bangsa kita,baik juga merenungkan isi pernyataan tersebut.antara lain kesimpulan konferensi itu mengatakan,bahwa sains modern dan teknologi telah “ngaco” kini.jika dahulu sains dan teknologi  membebaskan manusia dari pekerjaan yang memeras tenaganya,maka kini teknologi telah berkembang menjadi alat ukur dunia yang tidak adil,yang melakukan pemerasan dan penindasan.jauh sekali dari tujuannya semua  “penyelamat manusia” dan teknologi  telah tersesat dan kini menjurus ke arah penghancuran umat manusia sendiri.konfersnnsi itu mengutuk penyesatan sains dan teknologi oleh minoritas dunia yang kaya untuk memppertahankan kekuasaan dan penguasaan  dan teknologi secara demikian telah menimbulkan demikian banyak manusia tidak bersalah terus hidup dalam kemelaratan kenistaan.maka dari konferensi tersebut timbullah pandangan lain terhadap teknologi bagi mmanusia.
           Sebagian terbesar para ahli masa depan menulis mengenai perkembangan     teknologi dan sains yang akan mengubah tata carakehidupan manusia di masa             deepan.terdapat empat perkembangan teknologi baru yang bbiasanya mereka   sebut : revolusi dalam teknologi dan informasi/pengetahuan             komputer,robotika,dan bioteknologi.
           
1.3  Dampak Negatif Teknologi
1.      Pola Hidup Konsumtif. Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
2.      Sikap Individualistik. Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
3.      Gaya Hidup Kebarat-baratan. Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
4.      Kesenjangan Sosial Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.
5.      penyebab utama sikap malas karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi. bersikap serba instan karena teknologi menyuguhkan hal yang serba instan,otomatis berpengaruh dengan jiwa konsumeris kita dan menganggap teknologi adalah kebutuhan primer yang berpengaruh pada lifestily.
6.      dengan adanya media internet , sebagian besar warga indonesia terkena demam facebook , dan bebas nya setiap orang mengakses situs-situs berbau pornografi dan tidak terkecuali juga anak kecil ikut melihat apa yang seharusnya tidak boleh dilihat.

1.4  Antisipasi Pandangan lain Terhadap Teknologi
Agar penggunaan teknologi lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar, berikut ada beberapa metode pemecahan masalah agar dampak negatif dari teknolodi dapat tertanggulangi:
Ø  Mempertimbangkan pemakaian teknologi,seperti teknologi informasi dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan teknologi informasi. Analisis untung ruginya pemakaian.
Ø  Tidak menjadikan teknologi  sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
Ø  Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-teknologi agar teknologi yang di pakai dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
Ø  Perlu ada kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna lanyanan TIK.
Ø  Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
Ø  Letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak.
Ø  Untuk mencegah kecanduan orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Sehingga pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
Ø  Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. Selebihnya, Kementrian juga bisa menyebarkan filter berupa program software untuk menekan dampak buruk teknologi informasi. Kedua, perlu adanya dukungan dari orangtua, tokoh budaya hingga kalangan agamawan, untuk mensosialisasikan tentang saran, manfaat dan sisi positif facebook.
Jadi, solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian, maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini yang didapat dari kecanggihan teknologi seperti internet. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan dengan teknologi.



BAB  3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
                  Teknologi  saat ini sangat berkembang dengan pesat, hal itu memunculkan banyak dampak positif maupun negatif bagi para manusia penikmatnya yang tidak pernah ketinggalan informasi terhadapnya.tetapi banyak juga pandangan lain terhadap teknologi,tergantung sisi pemakaian teknologi tersebut. Sebenarnya jika semua manusia memanfaatkan teknologi itu secara baik, maka teknologi tersebut akan berbuah atau berdampak baik juga. Walau kenyataannya tidak semua fikiran tiap individu manusia sama yaitu mengolah segala sesuatu yang diterimanya dengan baik dan benar yang nantinya mengahasilkan sesuatu yang positif. Terlepas dari dampak negatif dan dampak positif dari teknologi komunikasi yang semakin modern, sebaiknya mulai dari diri sendiri terlebih dahulu untuk berfikir sebelum melakukan suatu hal agar semua yang dilakukan menggunakan teknologi apapun itu dapat bermanfaat baik bagi semua orang. Selain itu,salahsatu teknologi,yaitu teknologi komunikasi yang digunakan dalam media massa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia atau menurut E.M Griffin (2003 : 344) disebut bahwa “nothing remains untouched by communication technology”. Jika dalam perspektif McLuhan, bukan isi yang penting dari suatu media, melainkan media itu sendiri yang lebih penting atau “medium is the message”. Kesimpulannya adalah gunakanlah teknologi baik dan benar demi terciptanya pengetahuan baru yang lebih baik lagi yang dimiliki manusia di masa yang akan datang. 
      Dari dampak positif dan negative yang muncul dari perkembangan teknologi komunikasi tersebut hendaknya manusia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya dapat memilah-milah teknologi . Tidak semua teknologi  baik untuk digunakan. Memang di setiap kisi-kisi kehidupan terdapat dua hal yang saling berseberangan. Ibarat dua sisi mata uang, akibat dari suatu perkembangan hidup dapat menyebabkan kebaikan dan keburukan. Oleh karena itu dibutuhkan kecerdasan rohani – di samping kecerdasan jasmani – sehingga kemajuan yang dicapai oleh umat manusia dapat diseleraskan dan diarahkan kepada kepentingan bersama dan lebih diutamakan untuk hasil yang positif.
            Dan perlu kita ketahui bahwa Teknologi dan kebudayaan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Teknologi juga merupakan salah satu komponen dari kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian dan alat kebudayaan lainnya.dan teknologi juga menjadi suatu komponen dari suatu kebudayaan.








3.2 SARAN
            Teknologi  memiliki dua dampak sekaligus. Teknologi ibarat pisau bermata dua. Pertama, Teknologi menawarkan akses berbagai jenis benda yang canggih tanpa batas yang amat besar manfaatnya bagi perkembangan manusia. Pasalnya Teknologi  menawarkan berbagai benda canggih dan terbaru agar bisa dipakai. Dengan kehadiran Teknologi didunia ini semua menjadi tak bersekat dan tanpa batas.
Kedua,pandangan lain terhaadap Teknologi  berupa pembodohan manusia yang selalu mengandalkan segalanya dengan tekknologi tanpa harus berusaha dari Nol dandalamteknologi informasi  kemungkinan hancurnya jati diri bangsa akibat agresi informasi tanpa henti. Agresi informasi tersebut berdampak pada penggerusan budaya bangsa.
Saat ini kita harus melakukan sesuatu, agar manfaat Teknologi di konsumsi alakadarnya atau meminimalisir dan tidak secara berlebihan agar manusia mengenali lagi dengan kata “BERUSAHA”. Menolak Teknologi merupakan langkah mundur yang tidak mungkin dilakukan. Yang harus dipikirkan bersama bagaimana dampak negatif yang ditimbulkan bisa terus dieleminir, sehingga kekuatiran yang muncul akan tergerusnya budaya bangsa dapat diatasi.































DAFTAR PUSTAKA

Mochtar Lubis.Budaya,Masyarakat dan Manusia Indonesia
Kun Maryati,Sosiologi : -jilid2